Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Dihadiri Bunda Lisdiyarita, Peserta Lomba Mewarnai Kartini dan Ki Hajar Dewantara Berlangsung Meriah

PONOROGO (Warta Mothik) - Pasar Legi Ponorogo mencatat sejarah baru. Sejak diresmikan tahun 2021 setelah terbakar, baru kali ini pasar legendaris di Kota Reyog ini dijadikan tempat ajang lomba mewarnai untuk anak TK dan Raudhatul Athfal (RA). Juga sejarah baru, yaitu lomba mewarnai diadakan di tengah-tengah pasar semi tradisional.

Sabtu (2/5) lomba mewarnai untuk siswa TK/RA tersebut digelar di pujasera (foodcourt) lt IV Pasar Legi, pukul 09.00 sampai 12.30 WIB. Gelaran yang diselenggarakan ponorogohebat.com dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo ini untuk memeriahkan Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional.

Sebanyak 86 siswa TK/RA dari Ponorogo, Madiun, Pacitan dan Wonogiri mengikuti lomba mewarnai R.A. Ajeng Kartini dan Ki Hajar Dewantara ini.

Lomba dihadiri Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, SH. Kehadiran Bunda Lis—sapaan Lisdyarita—tak urung merebut perhatian sendiri bagi peserta. Anak-anak, yang sudah menyelesaikan karya lombanya tersebut, berebut foto bersama Bunda Lis. 

Terlebih kala Bunda Lis membagikan buku anak-anak, mereka berebut sampai Bunda Lis kualahan saat membagi.

“Bunda bagikan buku untuk semuanya. Minta ayah atau ibu membacakan di rumah karena Ibu Kartini dan Ki Hajar Dewantara itu suka sekali membaca,” ujar Bunda Lis. Ditambahkan 
Bunda Lis agar orang tua terus mendampingi tumbuh kembang anak.  

Kepada peserta Bunda Lis berpesan, “Saatnya anak-anak Bunda menuangkan imajinasi dan kreativitasnya. Tidak ada yang kalah ataupun menang. Semuanya adalah pemenang,” kata Bunda Lis.

Bunda Lis berharap anak-anak di Ponorogo tumbuh dengan tidak hanya pintar, namun juga memiliki adab yang baik. 

“Bunda ingin anak-anak semangat belajar, berkarya, tumbuh dengan baik, patuh pada orang tua dan guru. Nanti kalau sudah besar yang cantik-cantik tumbuh cerdas seperti Raden Ajeng Kartini. Sedangkan yang cowok-cowok akan hebat seperti Ki Hajar Dewantara,” ungkap Bunda Lis.

Pemenang lomba Juara I diraih Gaida Zelmira W (RA Al Madinah, Balong), juara II Aleta (TK Pembina, Babadan) dan juara III Zakhyra Nayyara Mahreen (TK Asyiyah, Sumoroto), sedangkan juara harapan I Jasmina Wardah Jamila (RA Asyiyah, Tonatan), juara harapan II Keano Hashif A (RA Al Madinah, Balong) dan juara harapan III Sabrina Nur Fathia E (RA Asyiyah, Jenangan).

Bertindak sebagai juri Titis Murseto (pelukis), Restu (perupa, pendidik) dan Taufiq Solekhuddin, (Pengajar Seni Rupa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (Surabaya) dan staf Taman Budaya Jawa Timur).

Menariknya lomba ini juga dihadiri MC cilik Cello Arsabrina Inara, duet dengan Irene, MC utama. Cello yang masih kelas 2 SD tersebut bukan saja cakap menjadi MC, namun juga berkali-kali menjadi juara lomba menggambar dan mewarnai. Kehadiran cucu pengacara kondang Ponorogo dan pendiri LBH Garda Yustisia, Ernawati, S.H., M.H., ini cukup mewarnai suasana lomba.

Redaksi