Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Penyuluhan Kesehatan Gigi di Ponpes Darul Huda, Mayak, Lisdyarita Harap Santri Senantiasa Jaga Kesehatan

PONOROGO (Warta Mothik) - Lebih dari seribu santri kelas 7 MTs Darul Huda Mayak antusias mengikuti penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang digelar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Ponorogo dalam rangka Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025, Sabtu (29/11/2025). 

Pengasuh Pondok Putra Darul Huda Mayak, KH Abdul Wahid Hasyim, mengapresiasi terselenggaranya penyuluhan tersebut. Ia berharap agenda serupa bisa berlanjut secara berkesinambungan.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi yang pertama dan terakhir, tapi bisa terus berlanjut ke depan,” ujarnya.

KH Abdul Wahid Hasyim juga menyoroti fakta bahwa tidak semua santri memiliki kebiasaan menjaga kesehatan gigi secara rutin. Melalui penyuluhan ini, ia berharap kesadaran santri semakin meningkat.

“Kelihatannya sepele, tapi faktanya masih banyak yang belum bisa rutin sikat gigi sehari dua kali. Semoga dengan kegiatan ini budaya menjaga kesehatan gigi bisa lebih diperhatikan,” tambahnya.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita yang turut hadir memberikan motivasi kepada para santri. Ia menegaskan bahwa kesehatan gigi berpengaruh langsung terhadap aktivitas belajar.

“Jangan lupa gosok gigi. Kalau sakit gigi itu dampaknya banyak belajar tidak konsentrasi, bekerja pun terganggu,” terangnya.

Menurutnya, penyuluhan kesehatan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas generasi muda Ponorogo.

“Ini momentum penting. Santri adalah calon pemimpin umat, maka kesehatan mereka termasuk gigi dan mulut harus dijaga sebaik mungkin,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PDGI Ponorogo, drg. Yudi Wiyono, MMR, menyampaikan bahwa bakti sosial adalah agenda tahunan PDGI.

“Setiap tahun minimal dua kali kami mengadakan baksos. Yang pertama biasanya saat Hari Kesehatan Gigi Dunia, lalu yang kedua pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional seperti hari ini,” jelasnya.

PDGI memilih santri sebagai sasaran karena mereka merupakan generasi penerus yang perlu mendapatkan edukasi kesehatan sejak dini.

“Baksos ini kami arahkan ke anak didik siswa maupun santri karena merekalah masa depan. Harapannya ilmu yang diperoleh bisa diterapkan dan dibawa untuk masa depan mereka,” ungkapnya.

Yudi juga menambahkan bahwa para santri diharapkan bisa turut menyebarkan pengetahuan yang didapatkan kepada keluarga di rumah.

“Seribu lebih santri yang ikut hari ini kami harapkan bisa membawa pulang pengetahuan tentang cara merawat gigi dan mulut yang baik,” ujarnya.

Wibi