Dalam peninjauan tersebut, ia melihat langsung sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan sehingga membuat proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung secara optimal.
Lisdyarita menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil tindakan konkret untuk menjamin keamanan para siswa.
“Insya Allah kami akan mencari solusi terbaik untuk perbaikan. Walaupun jumlah murid tidak banyak, kegiatan sekolah ini luar biasa. Ada drum band, hadrah, gamelan, dan kegiatan lain yang menunjukkan bahwa sekolah ini sebenarnya sangat bagus.” tegas Lisdyarita.
Menurutnya, SDN Singgahan memiliki potensi besar, namun kondisi bangunan yang memprihatinkan membuat minat masyarakat semakin menurun. Ia berharap perbaikan fasilitas nantinya dapat mengembalikan kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anak di sana.
“Kegiatannya banyak sekali, sekolah ini bagus. Hanya saja bangunannya perlu diperbaiki. Semoga setelah direnovasi, Insya Allah jumlah muridnya akan meningkat.” tambahnya.
Untuk memastikan kegiatan belajar tidak berhenti, dua ruang kelas yang masih layak pakai kini dimanfaatkan sementara oleh siswa dan guru.
Lisdyarita menyebut kasus di SDN Singgahan menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk lebih intens melakukan pemantauan terhadap kondisi sekolah lain di Ponorogo.
“Dengan kejadian ini, kita akan keliling lagi melihat sekolah mana saja yang perlu perbaikan. Kalau ada bangunan yang membahayakan, segera lapor ke Dinas Pendidikan. Kita akan bahas bersama untuk menemukan solusinya." pungkas Bunda Lisdyarita.
Bagus Satriawan
Social Plugin