SURABAYA  (Warta Mothik) - Jawa Timur, sebagai provinsi terbesar di Indonesia, memiliki potensi yang besar selain sumber daya alam, yaitu industri kreatif, mulai dari industri perfilman, kesenian, teknologi kreatif hingga pelaku wedding organizer. Sayangnya, potensi yang besar para pelaku ekononomi kreatif (ekraf) ini terfragmentasi dan belum menunjukkan satu kekuatan yang utuh.

Terbersit untuk menyatukan potensi ekraf Jatim yang besar dan terserak, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menggagas terbentuknya Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur.

“Sudah saatnya Jawa Timur memiliki satu wadah besar yang mampu menghimpun seluruh pelaku usaha ekonomi kreatif dalam berbagai subsektor,” ujarnya dalam perbincangan dengan media seusai event "Speciality Coffee, Tobacco &UKM/UMKM Fest Vol 3" di Jember, pekan lalu.

Menurutnya, ekonomi kreatif merupakan sektor yang memiliki dampak luas terhadap penyerapan tenaga kerja. Dalam industri wedding organizer misalnya, terdapat banyak profesi yang terlibat mulai dari fotografer, dekorator, koki, perias, musisi, petugas kebersihan hingga tenaga pelayanan acara.

Hal yang sama juga terjadi pada industri perfilman yang melibatkan banyak tenaga profesional dari berbagai bidang, mulai penulis naskah, kru produksi, editor, penata artistik hingga pekerja pendukung lainnya.

Karena itu, Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur nantinya tidak hanya menjadi wadah silaturahmi dan kolaborasi, tetapi juga sebagai sarana pendampingan, advokasi, perlindungan hukum, serta penguatan kapasitas para pelaku usaha ekonomi kreatif..

“Rumah Besar Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur akan menjadi wadah pemersatu seluruh pelaku ekonomi kreatif untuk bersama-sama membangun ekosistem yang kuat, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Heru MAKI—sapaan Heru Satriyo.

Ia menambahkan, penambahan nomenklatur ekonomi kreatif pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur merupakan momentum penting bagi kebangkitan sektor ekonomi kreatif di Jawa Timur. Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur ini nantinya bernaung di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

“Niat baik yang lahir dari kepedulian terhadap minimnya perlindungan bagi pelaku usaha ekonomi kreatif untuk kemudian bersatu dalam Rumah Besar Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur. Insya Allah akan mendapat dukungan luas dari masyarakat dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.

Rencananya, Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur akan segera diluncurkan secara resmi dan diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Sebelum diluncurkan, kata Heru MAKI, terlebih dahulu akan mengundang semua pelaku industri kreatif di Jawa Timur, menjaring masukan dan aspirasi mereka untuk kebaikan dunia kreatif di Jawa Timur.

Selain itu, Heru MAKI juga akan melibatkan Bambang Driasmono, sutradara kondang kelahiran Surabaya, dalam pembentukan Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur. Bambang Drias--nama kondangnya--baru-baru ini memproduksi film Zona Merah di Surabaya, dengan bintang Luna Maya dan Lukman Sardi.

Red